Positive Thinking

Positive Thinking Akan Sangat Membantu Pola Pikir Kita Dalam Berkomunikasi Antara Kita Serta berkreasi Maupun Dalam Menunjang Aktivitas Kita

Kamis, 12 April 2012

Gempa Susulan Mengguncang Aceh Hingga Pagi Ini

Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta Pasca gempa 8,5 SR yang berpotensi tsunami, gempa susulan terus mengguncang Aceh hingga pagi ini. Tercatat lebih dari tiga gempa susulan sejak Kamis dini hari. Gempa susulan tidak diikuti peringatan dini tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, mencatat sejumlah gempa susulan berkekuatan cukup besar. Antara lain gempa susulan berkekuatan 5,5 SR pada pukul 01.15 WIB, Kamis (12/4/2012). Gempa pada kedalaman 10 Km ini berpusat di 248 Km baratdaya Simeulue, Aceh.

Gempa berkekuatan 5,9 SR juga mengguncang Simelue pada pukul 01.54 WIB. Gempa pada kedalaman 11 Km ini berpusat di 351 Km baratdaya Simeulue.

Simeulue kembali diguncang gempa 5,9 SR pada pukul 02.04 WIB. Gempa berpusat di 509 Km baratdaya Simeulue pada kedalaman 10 Km.

Tengah malam tadi Simeulue juga dua kali diguncang gempa. Masing-masing berkekuatan 5,2 SR pada pukul 23.58 WIB dan gempa berkekuatan 5,1 SR pada pukul 23.21 WIB.

Gempa bumi 8,5 SR yang mengguncang Aceh dikuti dengan dimunculkannya peringatan tsunami. Namun setelah lebih dari 2 jam dipantau, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika tidak memperpanjang peringatan tsunami.

"Peringatan tsunami tidak dicabut tapi diakhiri pukul 19.45 WIB," kata Kepala BMKG, Sri Woro dalam jumpa pers di kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/4/2012).

Rabu, 11 April 2012

Berita Gempa Aceh Jadi Sorotan Dunia

INILAH.COM, Jakarta - Kabar gempa di Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Rabu (11/4) petang menjadi perhatian dunia. Sejumlah situs berita dunia menjadikan berita ini sebagai breaking news.

Situs berita dailymail.co.uk misalnya menjadikan pengumuman peringatan tsunami yang tertulis sebesar 8,7 skala richter di perairan lepas pantai Sumatera itu sebagai breaking news. Situs ini juga mengaitkan gempa besar ini dengan kunjungan Perdana Menteri Inggris David Cameron.

Cameron mengunjungi ibukota negara, Jakarta, yang berada 1.600 km sebelah selatan-timur provinsi tersebut. Seorang pejabat di Indonesia yang Meteorologi dan Geofisika mengatakan peringatan tsunami telah dikeluarkan.

Gempa ini mengingatkan peristiwa besar serupa di NAD yang disusul dengan tsunami parah pada 2004 silam. Saat itu NAD digoyang 9,1 skala Richter dan mengakibatkan korban tsunami 230.000 orang.

Situs berita aljazeera.com memuat judul berita Samudera Indonesia mendapat peringatan tsunami setelah gempa besar di NAD. Situ ini juga memberitakan warga Banda Aceh melompat ke mobil dan sepeda motor untuk mencari tempat yang lebih tinggi. Kepanikan melanda warga di sekitar pantai.

Aljazeera juga memberitakan, statemen dari AS Pasifik Tsunami Warning Center yang mengaku belum bisa memastikan gelombang raksasa akibat gempa tersebut. "Gempa bumi sebesar ini memiliki potensi untuk menghasilkan tsunami destruktif luas yang dapat mempengaruhi garis pantai di cekungan Samudra seluruh India," katanya.

Peringatan tsunami juga dikeluarkan di Samudra Hindia secara keseluruhan termasuk Australia, Pakistan, Somalia, Madagaskar, dan banyak negara lain, tulis kantor berita tersebut. Juga dikutip pernyataan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang mengatakan belum menerima laporan kerusakan dari gempa Aceh.

Situs reuters.com juga menjadikan berita gempa di sepanjang pantai Sumatera itu sebagai headline. Kantor berita ini mengungkapkan, warga sekitar kawasan itu keluar dari rumah mereka dan kantor dalam keadaan panik dan takut.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik mengatakan peringatan tsunami berlaku untuk seluruh Samudera Hindia dan masing-masing negara, termasuk Thailand, Indonesia, Sri Lanka dan India.

Sedangkan Huffington Post memberitakan kepanikan melanda warga Banda Aceh setelah munculnya peringatan tsunami. Situs ini mengutip keterangan Said, seorang pejabat Indonesia di Meteorologi dan Geofisika bahwa peringatan tsunami telah dikeluarkan untuk kota-kota di sepanjang pantai pulau Sumatera.

Huffington Post juga memberitakan, getaran gempa terasa sampai ke Singapura, Thailand, Bangladesh, Malaysia dan India. Gedung-gedung tinggi apartemen dan kantor-kantor di Malaysia mengguncang pantai barat paling sedikit satu menit. [mdr]

Gempa Tak Lagi Terasa, Warga Padang Kembali ke Rumah

Yonda Sisko - detikNews

Padang Gempa tak lagi terasa. Warga Kota Padang, Sumbar yang sebelumnya mengungsi ke tempat yang lebih tinggi kini mulai kembali ke rumah.

Pantauan detikcom, Rabu (11/4/2012), warga dengan kendaraan bermotor kembali turun ke Kota Padang. Mereka meninggalkan zona hijau, lokasi aman bila terjadi tsunami.

Warga berani turun kembali setelah peringatan tsunami dicabut BMKG. Meski menyisakan sedikit kekhawatiran, warga tetap pulang. Sekitar pukul 20.50 WIB, jalanan menuju Kota Padang dari kawasan Lubuk Minturun tampak ramai.

"Kami tetap berharap warga di zona hijau mau membuka pintu kalau ada apa-apa," jelas Efa (34) warga Lubuk Buaya.

Cuaca yang tadi sempat hujan kini pun sudah reda. Selain itu listrik pun tetap menyala tidak padam. Situasi kini sudah kembali normal.

Respons Gempa Aceh, PMI Turunkan Relawan Di 5 Provinsi

M. Iqbal - detikNews
Jakarta Gempa 8,5 Skala Richter (SR) yang terjadi pukul 15.38 WIB di Aceh, langsung direspons oleh Palang Merah Indonesia (PMI). PMI menurunkan relawan ke lima provinsi yang terkena dampak gempa.

"PMI mengantisipasi bencana gempa di Aceh dengan menyiapkan dan menggerakkan relawan di lima provinsi yang terkena dampak gempa. Provinsi tersebut yaitu, Sumatera Barat, Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu dan Lampung," ujar Arifin Muhammad Hadi, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI, di Markas Pusat PMI Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/4/2012).

Menurutnya, di Banda Aceh relawan PMI sudah turun ke jalan untuk menenangkan warga yang panik akibat gempa. Sebagian relawan juga memantau ketinggian air di daerah pesisir di Banda Aceh.

"Untuk membantu warga yang terkena dampak gempa, PMI tengah menyiapkan barang-barang bantuan yang siap didistribusikan dari Gudang Regional PMI di Sumatera Barat," ujar Arifin.

Sampai saat ini PMI masih terus memantau sejumlah daerah pesisir di lima provinsi yang disiagakan oleh PMI.

"Alhamdulillah belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan yang kami terima," ujarnya.

Laporan kondisi terakhir PMI di lapangan, baru diterima dari kota. Sedangkan laporan kondisi dari pedalaman, belum diterima oleh PMI.

Masyarakat Meulaboh Mulai Normal, Sebagian Masih Mengungsi di Masjid

Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta Aktivitas masyarakat di Meulaboh, Aceh Barat, mulai normal pasca tsunami 8,5 SR yang mengguncang Simeulue. Namun sejumlah masyarakat masih mengungsi di masjid dan tempat yang tinggi.

"Kondisi masyarakat di Meulaboh, Aceh Barat, berangsur normal namun tetap waspada. Petugas keamanan dan BPBD tetap siaga antisipasi kondisi," kata warga Aceh Barat, Afni Abdul Manan, kepada detikcom, Rabu (11/4/2012).

Sebagian masyarakat yang mengungsi masih terlihat shock. Meski sejumlah masyarakat mulai kembali ke rumah masing-masing.

"Sebagian dari mereka masih trauma, konsentrasi pengungsi di Masjid Agung Aceh Barat dan daerah lapang yang cukup tinggi,"katanya.

Sementara kondisi gelombang air laut terpantau naik. Sejumlah warga pun masih melihat-lihat di bibir pantai.

"Pantai setelah gempa pertama dan air naik tapi tidak banyak sekitar 1 meter, tidak ada kerusakan akibat gempa,"tandasnya

Nias Berangsur Kondusif, Warga di Pinggir Pantai Mulai Kembali ke Rumah

Gagah Wijoseno - detikNews

Jakarta Nias berangsur kondusif pasca gempa. Warga tak lagi panik, mereka pun mulai kembali ke rumah mereka. Namun ada sebagian yang bertahan di tempat yang tinggi.

"Masyarakat sudah tenang, hanya saat gempa terjadi saja panik. Mereka mengungsi ke tempat yang tinggi," jelas Pendeta Foluha Bidaya saat berbincang, Rabu (11/4/2012) pukul 19.50 WIB.

Ada beberapa tempat yang menjadi lokasi pengungsian warga yakni di Gereja BKPN dan Gereja Katolik Nari-nari. Setelah malam, dan gempa tak lagi dirasakan, warga mulai turun kembali ke Teluk Dalam, yang berada di pinggir pantai Nias.

"Tidak ada rumah rusak, tidak ada korban yang terluka," jelas Foluha yang sempat berkeliling dengan motor dan meminta warga tidak panik.

Listrik juga tidak mengalami gangguan. Warga tetap bisa menikmati aliran listrik. "Di sini aman-aman saja, listrik tetap normal," jelasnya.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik: Waspada Simeulue Hingga Kupang

Nograhany Widhi K - detikNews

Jakarta Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (Pacific Warning Tsunami Center/PWTC) mengingatkan bahwa daerah pantai-pantai selatan Jawa hingga Nusa Tenggara perlu waspada atas efek tsunami atas gempa di Aceh. Waspada setidaknya selama 2 jam dari waktu yang diperkirakan.

Menurut PWTC, berikut lokasi-lokasi di Indonesia yang diperkirakan terkena efek tsunami:

Lokasi Titik perkiraan Koordinat Waktu Datangnya

INDONESIA SIMEULUE 2.5 LU 96.0 BT 16.12 WIB 11 APR
BANDA ACEH 5.5 LU 95.1 BT 16.33 WIB 11 APR
SIBERUT 1.5 LS 98.7 BT 16.44 WIB 11 APR
PADANG 0.9 LS 100.1 BT 17.25 WIB 11 APR
BENGKULU 3.9 LS 102.0 BT 17.37 WIB 11 APR
CILACAP 7.8 LS 108.9 BT 18.50 WIB 11 APR
BANDAR LAMPUNG 5.7 LS 105.3 BT 19.00 WIB 11 APR
BALI 8.7 LS 115.3 BT 19.34 WIB 11 APR
BELAWAN 3.8 LS 98.8 BT 20.26 WIB 11 APR
KUPANG 10.0 LS 123.4 BT 20.33 WIB 11 APR
BALI 8.7 LS 115.3 BT 19.34 WIB 11 APR

"Berdasarkan data ancaman tersebut berlaku di pantai-pantai yang berhadapan dengan Samudera Hindia. Di area itu, ketika tak ada ombak besar tampak setidaknya 2 jam dari waktu perkiraaan, atau ombak yang menghancurkan tidak tampak, maka otoritas bisa mengaggap bahwa ancaman telah lewat," jelas PWTC pada Rabu (11/4/2012).

Tsunami di Aceh Tergolong Kecil, Hanya Sampai Bibir Pantai

M Iqbal - detikNews

Jakarta Tsunami kecil dengan ketinggian di bawah 1 meter tiba di pantai barat Aceh setelah gempa 8,5 SR terjadi. Warga tidak perlu khawatir, karena tsunami dengan ketinggian ini tidak akan jauh daya jangkaunya.

"Sebagai perbandingan waktu tsunami 2004 mencapai 3-5 meter. Sekarang dilaporkan hanya di bawah 1 meter. Hanya sampai di pinggir pantai," tutur Ketua PMI Pusat, Jusuf Kalla (JK), di Kantor PMI Pusat, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (11/4/2012).

Walaupun demikian, JK meminta warga tetap siaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Soal adanya kabar tsunami 6 meter, hal itu dibantah oleh Kadiv Penanggulangan Bencana PMI Arifin Muhammad.

"Tadi sempat simpang siur ada tsunami 6 meter. Ternyata hanya isu setelah kita cek ke lapangan. Dan Alhamdulillah tidak ada kerusakan bangunan ataupun korban jiwa," tutur Arifin.

Laporan soal kondisi mutakhir di lapangan baru PMI terima dari kota. Sedangkan laporan dari dalam pedalaman belum masuk ke PMI.

Gempa susulan terus terjadi

Jakarta (ANTARA News) - Gempa bumi susulan terus terjadi setelah gempa berkekuatan 8,9 skala Richter mengguncang Aceh dan terjadi di sejumlah provinsi lainnya di Pulau Sumatera. Dikabarkan guncangan gempa ini juga dirasakan di Singapura.

Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat beberapa gempa susulan terjadi setelah gempa kuat yang pertama dengan kekuatan yang terus menurun. Paling tidak terjadi enam kali gempa susulan dengan magnitudo minimal 6,5 skala Richter.

Gempa bumi berkekuatan 8,9 SR terjadi pukul 15.38.29 WIB yang berpusat di 2.3 derajad Lintang Utara, 92.6 derajad Bujur Timur dengan kedalaman 10 km di Simeulue, Aceh. BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami pascagempa tersebut.

Gempa susulan juga terjadi yaitu dengan kekuatan 8,5 SR kembali menggoyang Aceh pada pukul 15.38.33 WIB.

"Kemudian pukul 16.28 WIB gempa susulan berkekuatan 6,5 SR berlokasi di 1.21 derajad LU, 91.72 derajad BT berjarak sekitar 510 kilometer Barat Daya mengarah ke Kabupaten Simeulue Aceh dengan kedalaman 42 kilometer," kata analis BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru Slamet Riyadi di Pekanbaru.

Selanjutnya, gempa kembali dirasakan dengan kekuatan 6,1 SR pada pukul 16.48 WIB pada kedalaman 10 km di 630 km barat daya Simeulue, Aceh.

Pada pukul 17.09 WIB gempa berkekuatan 6,1 SR juga terjadi kemudian disusul dengan kekuatan 5,7 SR pada pukul 17.21 WIB.

BMKG kembali mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk Bengkulu, Lampung, Aceh, Sumbar dan Sumut setelah gempa bumi berkekuatan 8,8 SR kembali mengguncang pada pukul 17.43.06 WIB.

Pemutakhiran peringatan dini tsunami dikeluarkan untuk lima provinsi tersebut setelah gempa bumi susulan dengan kekuatan 8,1 SR kembali terjadi pada pukul 17.43.11 WIB.

Laporan dari Padang, Sumatra Barat, warga berhamburan keluar bangunan setelah gempa kuat tersebut menggoyang wilayah tersebut.

Waspadai gempa di selatan Jawa Tengah

Semarang (ANTARA News) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah meminta masyarakat dan pemerintah daerah yang ada di wilayah Jateng bagian selatan terus mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa bumi.

"Harus terus waspada karena Jateng bagian selatan merupakan jalur gempa," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Jateng, Evi Luthfiati, di Semarang, Rabu. Kawasan pesisir Cilacap, Jawa Tengah, pernah mengalami kerusakan cukup parah karena gempa bumi pada 2006.

Luthfiati mengatakan sikap waspada harus terus dijaga karena gempa tidak dapat diprediksi waktunya dan kekuatannya.

"Gempa tidak dapat diprediksi, berbeda dengan hujan. Gempa datangnya sekonyong-konyong, sehingga masyarakat harus terus waspada," katanya.

Ia menjelaskan di daerah bagian selatan Jawa Tengah --terutama dasar laut Hindia-- merupakan tempat pertemuan lempeng Asia dan lempeng Australia.

Masyarakat Jawa Tengah yang berada di bagian selatan di antaranya warga yang berada di daerah Cilacap, Yogyakarta, Kebumen, dan Purworejo bagian selatan.

Untuk gempa bumi yang terjadi di Aceh dengan kekuatan 8,9 skala Richter dengan kedalaman 10 kilometer, menurut dia, sangat berpotensi terjadinya tsunami.

"Syarat-syarat gempa yang dapat mengakibatkan tsunami di antaranya kekuatan gempa lebih dari 6,5 skala richter dan dengan kedalaman dangkal," katanya.

Begitu sudah memenuhi syarat tersebut, maka BMKG langsung memberikan peringatan dini agar dilakukan evakuasi.

Peringatan dini BMKG dapat disampaikan ke masyarakat setelah tiga menit pasca-kejadian gempa dan biasanya waktu terjadinya tsunami adalah 15 menit setelah gempa.

"Jika tiga menit pasca-gempa sudah ada peringatan dari BMKG, masyarakat masih dapat menyelamatkan dirinya," katanya.

Untuk di Kabupaten Cilacap, katanya, pemerintah daerah setempat sudah bagus dengan memberikan petunjuk arah jalur evakuasi, sehingga masyarakat dapat langsung menuju tempat yang aman. (*)

Sabtu, 07 April 2012

Ombak Tinggi Terjang Bantul, Nelayan & Turis Kabur

NILAH.COM, Bantul - Gelombang tinggi terus menghantam sepanjang Pantai Selatan wilayah Bantul, Sabtu (7/4/2012) siang.

Selain melumpuhkan aktivitas nelayan, gelombang tinggi juga membuat sebagian wisatawan takut mendekat ke bibir pantai.

“Memang masih besar ombaknya. Tapi tidak seganas hari-hari sebelumnya,” kata Rujito (50), salah satu nelayan di Pantai Samas, Srigading, Sanden kepada Harian Jogja.

Diberitakan sebelumnya, puluhan kios semi permanen yang jaraknya sekitar 30 meter dari bibir pantai Kuwaru, Poncosari, Srandakan rusak diterjang gelombang pasang sejak Rabu (4/4/2012) malam hingga Jumat (6/4/2012) pagi.

Gelombang pasang, Jumat (6/4/2012) pagi, juga menerjang sejumlah warung yang jaraknya sekitar 100 meter dari tepi Pantai Samas, Srigading, Sanden. “Jaring dan peralatan lain rusak dihajar gelombang. Untuk perahu, sementara masih aman,” imbuh Rujito.

Nelayan lain di Pantai Samas, Trijarwanto (25), menambahkan, meski ombak ganas sudah agak mereda, para nelayan masih memilih untuk tidak melaut. “Anginnya masih kencang. Meski ombak sudah tidak terlalu tinggi, namun susul-menyusul seolah tak berjeda,” keluhnya, Sabtu

Maluku Utara Dua Kali Digoyang Lindu

VIVAnews - Dua kali gempa mengguncang Halmahera, Maluku Utara, Rabu 18 Januari 2012. Pagi tadi gempa dengan kekuatan 5,4 skala Richter mengguncang pada pukul 10.19, dan malam ini terjadi lagi pada pukul 21.50 waktu setempat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, pagi tadi gempa terjadi di koordinat 0.93 Lintang Selatan, 126.91 bujur timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di 131 km barat daya Halmahera.

Sedangkan malam ini gempa terjadi dengan berkekuatan 5.7 skala Richter. Posisi gempa pada 0.91 Lintang Selatan, 126.77 Bujur Timur dengan kedalaman 69 Km.

Pusat gempa menurut BMKG berada di, 144 km barat daya Halmahera Selatan. Kedua gempa itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami. (eh)

Tiga Gempa 5,5 SR Goyang Indonesia

VIVAnews - Hari ini, Senin 5 Maret 2012, gempa dengan magnitude 5,5 skala Richter terjadi tiga kali. Gempa mengguncang tenggara Seluma Bengkulu, tenggara Kabupaten Aceh Tengah, dan tenggara Pulau Morotai Maluku Utara.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana melansir, pada pagi hari, pukul 06.17, gempa bermagnitudo 5,5 menggoyang tenggara Seluma, Bengkulu. Gempa berlokasi 4,43 lintang selatan,102,57 bujur timur di kedalaman 15 kilometer.

Gempa kedua 5,5 SR terjadi pada siang pukul 13.55 WIB. Pusat gempa 4,19 LU-97,10 BT (31 km tenggara kabupaten Aceh Tengah) di kedalaman 10 km. Sedangkan gempa ketiga terjadi pada pukul 15.12 WIB, berpusat di 1,93 LU-128,59 BT (49 km tenggara Pulau Morotai-Malut) pada kedalaman 10 km.

Posko BNPB telah mengkonfirmasi kepada BPBD dan instansi di daerah terkait dampak yang ditimbulkannya. Secara umum gempa dirasakan lemah oleh masyarakat setempat. Di Bengkulu intensitas gempa dirasakan III MMI (lemah) di Kepahiyang. Di Aceh, gempa dirasakan II-III MMI di Banda Aceh, Meulaboh dan Lhokseumawe. Sedangkan Kabupaten Morotai Maluku Utara masyarakat merasakan guncangan lemah II-III MMI. Seluruhnya gempa tidak berpotensi tsunami. Aktivitas masyarakat berjalan normal.

"Terkait dengan gempa tersebut, masyarakat diimbau untuk terus menerus kewaspadaannya," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. "Gempabumi bersifat tiba-tiba dan tidak memberikan tanda-tanda akan terjadinya gempabumi. Tatanan geologi wilayah Indonesia yang kompleks menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki bahaya gempa sangat tinggi. Untuk itu kesiapasiagaan adalah keniscayaan. Bencana terjadi saat kita tidak siap."