Positive Thinking

Positive Thinking Akan Sangat Membantu Pola Pikir Kita Dalam Berkomunikasi Antara Kita Serta berkreasi Maupun Dalam Menunjang Aktivitas Kita

Senin, 08 Oktober 2012

Walhi: bentuk Komisi Penyelesaian Konflik Agraria

Palembang (ANTARA News) - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan meminta pemerintah pusat dan daerah segera membentuk Komisi Penyelesaian Konflik Agraria agar persoalan sengketa tanah yang tidak pernah habis bisa lebih cepat ditangani hingga tuntas.

"Komisi Penyelesaian Konflik Agraria mendesak dibentuk karena persoalan sengketa tanah di berbagai daerah terutama di Sumsel ini terus bertambah dan sering memicu terjadinya bentrokan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa atau luka-luka," kata Kepala Divisi Pengembangan Pengorganisasian Walhi Sumsel Hadi Jatmiko di Palembang, Minggu.

Menurut dia, melihat semakin berkembangnya konflik agraria dan banyaknya jatuh korban jiwa dalam proses penyelesaian masalah itu, sudah saatnya dibentuk lembaga khusus independen yang fokus mengurusi masalah konflik agraria.

Dengan adanya lembaga yang personelnya adalah orang-orang independen terbebas dari kepentingan seseorang, institusi dan kelompok manapun, diyakini mampu menyelesaikan semua konflik agraria yang terjadi di negeri ini sesuai dengan aturan hukum dan secara damai, kata dia.

Dia menjelaskan, Sumsel terdapat banyak konflik agraria, salah satu contoh di lahan perkebunan tebu dan pabrik gula Cinta Manis milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII di Kabupaten Ogan Ilir.

Lahan perkebunan tebu dan pabrik gula tersebut yang luasnya sekitar 20 ribu hektare lebih yang dikuasai PTPN sejak 1982 sekarang ini sedang bersengketa dengan masyarakat dan petani yang tersebar di puluhan desa kabupaten tersebut.

Dalam proses perjuangan masyarakat dan petani untuk mendapatkan lahan mereka yang dikuasai perusahaan perkebunan milik negara itu, pada Juli 2012 terjadi bentrokan dengan aparat Brimob Polda Sumsel yang mengakibatkan jatuhnya satu korban jiwa anak petani yang berusia belasan tahun, satu korban cacat tetap dan empat orang mengalami luka tembak.

Pascabentrokan itu perjuangan masyarakat dan petani di Ogan Ilir mulai mengendor karena banyak yang takut untuk kembali beraksi mendapatkan hak mereka, kondisi ini tidak bisa dianggap persoalan di daerah tersebut telah berakhir karena sewaktu-waktu konfliknya kembali memanas.

Sebelum konflik agraria di negara ini semakin rumit dan parah, perlu diambil langkah-langkah penanganan yang tepat dan cepat oleh pemerintah dengan segera membentuk lembaga independen tersebut, ujar aktivis Walhi Sumsel itu berharap. (Y009/Z002)

Senin, 24 September 2012

15.000 hektare hutan Sumbar segera dikelola masyarakat

Padang (ANTARA News) - Seluas 15.000 hektare di Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, dan Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), segera dikelola masyarakat yang ditargetkan akan terealisasi hingga 2014.

Realisasi program itu diluncurkan empat lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang tergabung dalam kelompok kerja (Pokja) Timbalun yang didukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar melalui penandatanganan kerja sama yang digelar di Padang, Jumat.

"Inisiatif pengembangan hutan berbasis masyarakat ini diharapkan dapat memberikan peluang kepada masyarakat Sumbar untuk dapat mengelola kawasan hutan dalam penguatan ekonomi serta memberikan peluang terselesaikannya konflik yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya alam," kata Manager Program Pokja Timbalun, Jommi Suhendri.

Pengelolaan hutan berbasis masyrakat dan kearifan lokal ini akan dilaksanakan oleh Pokja Timbalun yang terdiri atas Walhi Sumbar, Q-Bar, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, dan Forum Komunikasi Masyarakat Madani (FKMM) didukung oleh Pemprov Sumbar.

Menurut Jommi, Sumbar mempunyai hutan seluas 2.600.286 hektare (ha), yang terdiri atas 843.578 ha hutan produksi, 910.533 ha hutan Lindung dan 846.175 ha hutan konservasi. Kesemuanya bersinggungan langsung dengan sistem adat nagari.

Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 18 tahun 2009 tentang Perubahan atas Permenhut Nomor P.37/Menhut-ii/2007 tahun 2007 tentang Hutan Kemasyarakatan dan Permenhut Nomor 14/Menhut-II/2010 tentang Hutan Desa menjamin pengelolaan hutan oleh masyarakat.

Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Hendri Oktavia, dalam acara yang sama menyatakan bahwa pengelolaan hutan berbasis masyarakat bakal direalisasikan dalam bentuk hutan desa, hutan nagari, dan hutan kemasyarakatan.

"Dengan adanya hutan nagari ini akan membuka akses kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan untuk mengelola kawasan hutan secara legal," katanya.

Jika sebelumnya masyarakat dilarang masuk kawasan kini sudah ada legalisasi, maka salah satunya dalam bentuk hutan nagari.

Direktur Bina Hutan Kementerian Kehutanan, Haryadi Himawan, dalam kesempatan tersebut mengemukakan bahwa kapasitas pengetahuan masyarakat juga perlu ditingkatkan sebab hasil panen di hutan bisa masuk ke ranah usaha.

"Pengembangan hutan nagari dan kemasyarakatan ini diharapkan dapat mengurangi terjadinya konflik karena masyarakat sudah memiliki akses legal untuk masuk hutan , yang terpenting, masyarakat juga memiliki kewenangan untuk menjaga hutan dalam mendukung kinerja kementrian kehutanan," katanya menambahkan. (*)

Hutan lindung di Kabupaten Buleleng terbakar

Singaraja (ANTARA News) - Hutan lindung Munduk Mengandan di Kabupaten Buleleng, Bali, terbakar dan hingga Senin siang api belum berhasil dipadamkan.

Nengah Murna, Polisi Kehutanan, saat dihubungi dari Singaraja, mengatakan, kebakaran hutan lindung di Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan itu terjadi pada Minggu (16/9) sore.

"Kami bersama jajaran Polsek dan Koramil Kubutambahan terus berupaya memadamkan api yang membakar areal hutan seluas tiga hektare," katanya.

Petugas gabungan itu melokalisasi api dengan menggali parit agar tidak meluas ke lahan lainnya.

Saat ini titip api terdekat dari permukiman penduduk berjarak sekitar empat kilometer.

"Kami belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran ini. Biar aparat kepolisian yang melakukan penyelidikan," katanya.

Hutan lindung Sindoro terbakar lagi

Temanggung (ANTARA News) - Hutan lindung di kawasan lereng Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Minggu malam terbakar lagi.

Asisten Perhutani Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH Temanggung, Juni Junaidi di Temanggung, mengatakan, kebakaran terjadi di petak 10 dan 11 Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Kwadungan.

Seminggu yang lalu kawasan petak 10 RPH Kwadungan juga terbakar.

Juni menyebut, titik api mulai terlihat sekitar pukul 18.30 WIB di petak 10. Sekitar pukul 21.00 WIB api merambat ke petak 11 menghanguskan tanaman rimba campur.

"Dugaan sementara kebakaran kali ini merupakan kelanjutan dari kebakaran pekan lalu, kemungkinan akibat di jurang-jurang ada tunggak kayu yang masih membara kemudian tertiup angin dan menimbulkan kebakaran lagi," katanya.

Ia mengatakan, belum mengetahui luasan yang terbakar.

Menurut dia, pada malam hari upaya pemadaman sulit dilakukan karena terkendala kondisi medan yang berat dan angin bertiup kencang.

Namun demikian, katanya, tujuh petugas Perhutani dibantu TNI dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Papringan, Kecamatan Ngadirejo memantau kebakaran tersebut.

"Pada malam hari sulit untuk memadamkan api, kami juga memperhatikan keselamatan petugas, dari pada petugas yang celaka karena medan sulit. Jadi kami pantau saja. Kecuali kalau api merambat ke bawah baru kami bergerak," katanya.

Ia mengatakan, kalau api masih menyala, upaya pemadaman akan mulai dilakukan Senin (24/9) pagi.
(ANT)

Kamis, 05 Juli 2012

Badai Panas Sengsarakan 1,2 Juta Warga AS

Liputan6.com, Virginia: Badai musim panas yang telah menerjang selama beberapa hari ini membuat Amerika Serikat bertekuk lutut. Sebelumnya, gelombang panas ini menyebabkan jejaring sosial tersendat, kini giliran jaringan listrik AS mandek. Cuaca buruk seperti badai besar, angin kencang, dan hujan deras mengakibatkan pemadaman listrik secara merata di kawasan tersebut. Akibatnya 1,2 juta warga AS harus hidup tanpa listrik untuk sementara waktu.
Menurut CNN, Rabu (4/7), selain rumah tangga, pusat bisnis dan restoran juga tidak bisa beroperasi. Bahkan, 96 warga di pusat pemerintahan AS di Washington DC juga ikut merasakan pemadaman listrik tersebut.
Walikota Washington DC Vincent Gray akhirnya mendistribusikan makan siang untuk warga yang terkena pemadaman listrik di enam lokasi berbeda. Gelombang panas dan badai mengakibatkan sejumlah jaringan sosial seperti Instagram, Netflix, dan Pinterest offline atau mandek selama 24 jam terakhir [baca: Cuaca Buruk Terpa AS, Jejaring Sosial Ngadat].
Pemerintah telah mengumumkan akan datangnya cuaca ekstrim panas di wilayah Illinois, Indiana, Missouri, Kentucky, Ohio, dan Michigan. National Weather Service atau Badan Laporan Cuaca mengatakan daerah tersebut akan "hangus" dengan suhu mendekati atau di atas tiga digit. (Vin)

Selasa, 26 Juni 2012

Makhluk Terlangka di Muka Bumi Mati

VIVAnews - Satu lagi subspesies di muka bumi ini musnah. Kali ini giliran kura-kura raksasa di Taman Nasional Galapagos, Ekuador.

Lonesome George. Begitu subspesies Chelonoidis nigra abingdoni ini diberi nama. Para ilmuan memperkirakan kura-kura jantan asal Pulau Pinta ini berusia 100 tahun. Meski diperkirakan berumur 100 tahun, para ilmuan menyebut Lonesome George masih tergolong muda. Sebab, kura-kura jenis ini bisa hidup di lebih dari 200 tahun.
Menurut petugas taman nasional, reptil ini ditemukan mati di kandangnya oleh pawang yang merawatnya selama 40 tahun, Fausto Llerena. Pembedahan bangkai segera dilakukan untuk mengungkap penyebab kematiannya. Tubuh George kemungkinan akan dibalsem untuk diawetkan. Supaya generasi mendatang tetap mengenal subspesies ini.

Laman BBC menyebut tidak ada keturunan yang ditinggalkan. Tidak ada pula makhluk serupa yang diketahui masih hidup. Sehingga, Lonesome George dikenal sebagai makhluk paling langka di muka bumi ini.

Lonesome George menjadi bagian dari program penangkaran Taman Nasional Galapagos. Namun, selama puluhan tahun, para ahli gagal memperoleh keturunan subspesies ini.

Lonesome George pernah dipasangkan dengan kura-kura betina sejenis dari Kepulauan Galapagos. Namun gagal memperoleh keturunan.

Lonesome George juga pernah menjalani kehidupannya bersama dengan kura-kura betina dari gunung Wolf selama 15 tahun. Dia cocok dengan pasangannya ini. Namun sayang, telur yang dihasilkan tidak subur.

Upaya memperoleh keturunan tidak berhenti sampai di situ. Lonesome George juga pernah hidup satu kandang bersama sejumlah kura-kura betina dari Pulau Espanola. Jenis kura-kura ini lebih dekat jenisnya ketimbang yang berasal dari Gunung Wolf. Namun, upaya ini tetap tidak berhasil. Mereka gagal kawin.

Lonesome George pertama kali terlihat oleh ilmuwan Hungaria di Pulau Galapagos pada tahun 1972. Para ahli lingkungan yakin subspesies ini telah punah.

Selama ini, Lonesome George menjadi maskot Kepulauan Galapagos. Dalam setahun ada sekitar 180.000 wisatawan berkunjung di tempat ini. Pejabat Taman Nasional Galapagos mengatakan, dengan kematian George, subspesies kura-kura Pinta ini telah punah.

Sejatinya, kura-kura di Pulau-pulau Galapagos sangat berlimpah sampai akhir abad ke-19. Namun, ulah manusia menghabisi mereka. Kura-kura ini diburu untuk dimakan dagingnya oleh para pelaut dan nelayan. Kepunahan tidak bisa dielakkan.

Penampilan kura-kura Kepulauan Galapagos memang dikenal berbeda dari jenis lain yang berada di daratan. Perbedaan fitur itu yang membantu naturalis Inggris, Charles Darwin merumuskan teori evolusi. Saat ini, sekitar 20.000 kura-kura raksasa dari subspesies lain masih hidup di Galapagos. Entah sampai kapan mereka mampu bertahan.

Jumat, 22 Juni 2012

Hutan bakau Aceh Tamiang terancam punah

Banda Aceh (ANTARA News) - Hutan bakau di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, terancam punah karena kini yang tersisa hanya sekitar 35 persen dari luas 24.000 hektare, demikian kata Ketua Litbang DPD Ikatan Penyuluh Kehutanan Indonesia (IPKINDO) Kabupaten Aceh Tamiang Sayed Mahdi.

"Berkurangnya luas hutan bakau tersebut akibat pembukaan tambak, pengembangan perkebunan kelapa sawit, dan penebangan secara serampangan untuk bahan baku arang," kata Sayed Mahdi di Banda Aceh, Jumat.

Luas kawasan bakau di Aceh Tamiang tersebar di tiga kecamatan, yakni Seruway, Bendahara, dan Kecamatan Manyak Payed. Berbagai spesies hidup direrimbuanan hutan tersebut, bahkan paling dominan species Aviceania (api-api), Rhizophora apiculatta, Rhizophora mucronata.

Sayed menambahkan, sesuai hasil survei para ahli, hutan bakau mempunyai fungsi penting bagi penyelamatan darat dari keganasan ombak.

Mangrove seluas 200 meter persegi dengan kerapatan yang memadai dapat meredam kekuatan gelombang pasang, termasuk tsunami setinggi 30 hingga 50 persen.

Selasa, 12 Juni 2012

Krisis air ancam pertumbuhan ekonomi Afrika Selatan

Johannesburg (ANTARA News) - Menteri Urusan Pengairan dan Lingkungan Hidup Afrika Selatan, Edna Molewa, mengatakan negaranya memerlukan cukup banyak air untuk menjamin pembangunan ekonomi.

"Perubahan iklim membuat penanganan sumber air jadi lebih rumit akibat ketidakpastian dan tak bisa diramalkannya pola cuaca. Tantangan politik dan ekonomi yang ditimbulkannya sangat nyata," kata Molewa.

Menteri senior pemerintah tersebut menekankan krisis air adalah ancaman pertumbuhan ekonomi di Afrika Selatan.

Molewa mengatakan kekurangan air mempengaruhi pembangkit listrik yang penting bagi pembangunan ekonomi, dan instalasi pembangkit listrik di negeri itu memerlukan jaminan pasokan air paling banyak.

"Afrika Selatan telah mengalami kekurangan listrik. Ketika listrik padam, negeri itu terhenti. Pembangkit listrik memerlukan air dengan jaminan pasokan paling banyak," kata Molewa, menurut laporan Xinhua.

Menurut perkiraan departemennya, Afrika Selatan akan memerlukan penanaman modal sebanyak 69 miliar dolar AS untuk memperoleh air dalam 10 tahun ke depan bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Sementara itu menurut World Wide Fund for Nature (WWF), air adalah sumber daya alam yang paling tidak diperhatikan di dunia, tapi berpengaruh pada keamanan nasional melalui dampaknya pada pertumbuhan ekonomi, pasokan pangan dan perawatan kesehatan, kata para peneliti.

Berbagai laporan menunjukkan tuntutan akan air yang meningkat dan dampak perubahan iklim akan membuat air jadi semakin langka pada masa depan di banyak negara.

Sumber air bersih di lereng Merapi aman

Sleman (ANTARA News) - Sumber air bersih di lereng Gunung Merapi di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, pascaerupsi gunung itu masih aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.

"Ada dua sumber air besar di lereng Merapi ini yakni `Umbul Wadon` dan `Umbul Lanang` yang semuanya berada di hulu Sungai Kuning, kedua sumber air tersebut saat ini masih aman dan mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga sekitar," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Energi, dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman Widi Sutikno di Sleman, Sabtu.

Ia menjelaskan, erupsi Merapi hanya mengakibatkan pipa-pipa yang mengalirkan air bersih dari mata air "Umbul Wadon" dan "Umbun Lanang" rusak.

Saat ini, katanya, pipa saluran air bersih dari sumber itu ke warga sudah diperbaiki. "Hanya saja untuk saluran pipa PDAM memang belum diperbaiki, karena kerusakan pipa cukup parah," katanya.

Bahkan, katanya, debit air yang dihasilkan "Umbul Lanang" meningkat menjadi sekitar 400 liter per detik, sedangkan sebelum erupsi Gunung Merapi 15 liter per detik.

"Sedangkan mata air `Umbul Wadon` karena kondisinya agak tertimbun material Merapi, sehingga debit airnya sepertinya berkurang. Sebelum erupsi Merapi, debit air `Umbul Wadon` bisa mencapai 350 hingga 400 liter per detik," katanya.

Pihaknya akan segera memperbaiki kondisi "Umbul Wadon" setelah situasi Merapi memungkinkan. "Saat ini masih sangat berbahaya karena kontur tanah masih labil dan bisa longsor bila diterjang hujan, sedang material Merapi juga bisa turun tiba-tiba bila hujan deras terjadi di puncak," katanya.

Ia mengatakan, "Umbul Wadon" dan "Umbul Lanang" sangat vital untuk Kabupaten Sleman. "Dua mata air ini menjadi sumber air utama bagi PDAM Argo Jasa yang melayani kebutuhan air untuk kawasan Kaliurang, PDAM Tirta Marta milik Pemkot Yogyakarta, dan PDAM Tirta Dharma milik Pemkab Sleman, serta satu jaringan pipa milik masyarakat lereng Merapi," katanya.

Kamis, 12 April 2012

Gempa Aceh tidak pengaruhi aktivitas gunung Marapi

Bukittinggi (ANTARA News) - Gempa bumi yang terjadi di Aceh dengan kekuatan 8,5 skala Richter (SR), Rabu Sore, tidak berpengaruh terhadap aktivitas Gunung Marapi yang berada di antara Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Agam Sumatera Barat.

Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bukittinggi Warseno, Rabu menyebutkan, gempa bumi di Aceh tadi sore itu tidak mempengaruhi aktivitas gunung.

"Saat ini status gunung yang memiliki tinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) masih waspada level II," kata dia.

Menurut dia, pascagempa bumi Rabu sore pihaknya akan melakukan pengamatan terhadap gunung secara intensif.

"Laporan dari alat seismometer di Pos Pengamatan Gunung Api Belakang Balok Bukittinggi, gunung masih seperti semula yaitu waspada level II," kata dia.

Dia menyebutkan, berdasarkan pengalaman gempa bumi dahsyat yang diikuti tsunami di Aceh beberapa tahun lalu, Gunung Marapi juga tidak terpengaruh seperti adanya peningkatan vulkanik gunung api.

"Masyarakat masih tidak diperkenankan mendaki lebih dari 3 kilometer dari puncak," kata dia.

Ia menyebutkan, sejak peningkatan aktivitas pada tanggal 3 Agustus 2011, Gunung Marapi hampir setiap hari mengeluarkan asap hitam dan abu vulkanik.

Salah satu gunung aktif di Sumbar itu pada 3 Agustus 2011 sempat mengeluarkan abu vulkanik berbau belerang dengan ketinggian mencapai 1.000 meter dan menjangkau sejumlah daerah, seperti Agam, Tanahdatar, Padangpariaman dan Padangpanjang.

Gunung Marapi terakhir kali meletus pada 2005. Dalam kondisi aktif normal, gunung yang berdampingan dengan Gunung Singgalang dan Tandikek itu menjadi salah satu tujuan bagi pendaki dari dalam maupun luar Sumatera Barat.

Setiap pergantian tahun baru, gunung selalu ramai oleh pendaki. Akses pendakian Gunung Marapi mudah dicapai melalui jalur pendakian dari Kotobaru, Tanahdatar. (ANT)

BPBA: tidak ada korban jiwa akibat gempa Aceh

Banda Aceh (ANTARA) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Asmadi Syam, menyatakan hingga kini belum diperoleh laporan adanya korban jiwa sebagai dampak dari gempa berkekuatan 8,5 skala Richter yang menguncang provinsi itu, Rabu (11/4) sore.

"Sejauh ini tidak ada laporan tentang adanya korban jiwa sebagai akibat dari gempa terkuat menguncang Aceh sepanjang tahun 2012 in," katanya kepada ANTARA di Banda Aceh, Rabu tengah malam.

Namun, gempa tersebut membuat kepanikan masyarakat terutama mereka yang berdomisili dipesisir pantai seperti di Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Jaya, Simeulue, Aceh Barat dan Kota Lhokseumawe.

Asmadi Syam menambahkan, pihaknya juga terus memonitor dampak bencana alam gempa tersebut dan petugas BPBA telah dikerahkan untuk memberikan ketenangan masyarakat melalui imbauan agar penduduk tidak terus panik dan segera kembali kerumah masing-masing, menyusul peringatan dini tsunami dicabut.

"Kami mengerahkan tim yang bersama-sama dengan unit kemanusiaan lainnya seperti SAR Nasional untuk meminta masyarakat kembali ke rumahnya masing-masing setelah peringatan dini tsunami dicabut," katanya menjelaskan.

Terkait dengan kerusakan bangunan akibat gempa, Asmadi Syam menyatakan hingga kini belum diperoleh laporan dari daerah yang terkena dampak bencana alam tersebut.

Kepanikan masyarakat tidak hanya di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, namun juga warga di Kota Lhokseumawe juga dilaporkan sempat mengungsi mencari tempat lebih tinggi pascagempa kuat sepenjang 2012 itu.

Pantauan ANTARA, pagar beton lembaga pemasyarakatan (Lapas) kawasan Santan, Kabupaten Aceh Besar dilaporkan roboh, namun belum diketahui pasti apakah akibat gempa itu. Pagar Lapas Santan sepanjang sekitar 300 meter yang roboh tersebut kini terpasang garis polisi (police line).

Hingga berita ini diturunkan, sebagian warga terutama yang bermukim berdekatan dengan bibir pantai dilaporkan belum kembali ke rumahnya masing-masing. (A042)

DPR Imbau Warga Aceh Tak Panik Namun Tetap Waspada

Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta DPR berharap tsunami Aceh tahun 2004 tidak terulang lagi. Warga Aceh diminta tak panik namun tetap waspada mengantisipasi segala kemungkinan yang mungkin terjadi.

"Kita semua berharap semoga tsunami 2004 tidak terulang. Walaupun belum ada laporan kerusakan atau korban kita tetap harus waspada dan mengantisipasi semua kemungkinan," imbau Wakil Ketua DPR Anis Matta.

Hal ini disampaikan Anis kepada detikcom, Kamis (12/4/2012).

Anis mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan rakyat Aceh. Agar gempa berkekuatan 8,5 SR yang mengguncang Aceh tidak mengakibatkan tsunami. Karena sampai saat ini gempa susulan berkekuatan cukup besar masih terjadi di Aceh.

"Seluruh rakyat Indonesia agar berdoa bagi keselamatan rakyat Aceh dan daerah sekitarnya yang terkena gempa,"katanya.

Dia juga meminta masyarakat untuk bergotong-royong membantu masyarakat Aceh. Termasuk memberikan bantuan jika sudah sangat dibutuhkan.

"Kita harus secara gotong-royong menyiapkan berbagai bentuk bantuan kepada saudara-saudara kita yang terkena gempa, terutama setelah data lapangan lebih akurat,"tandasnya.

Gempa Susulan Mengguncang Aceh Hingga Pagi Ini

Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta Pasca gempa 8,5 SR yang berpotensi tsunami, gempa susulan terus mengguncang Aceh hingga pagi ini. Tercatat lebih dari tiga gempa susulan sejak Kamis dini hari. Gempa susulan tidak diikuti peringatan dini tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, mencatat sejumlah gempa susulan berkekuatan cukup besar. Antara lain gempa susulan berkekuatan 5,5 SR pada pukul 01.15 WIB, Kamis (12/4/2012). Gempa pada kedalaman 10 Km ini berpusat di 248 Km baratdaya Simeulue, Aceh.

Gempa berkekuatan 5,9 SR juga mengguncang Simelue pada pukul 01.54 WIB. Gempa pada kedalaman 11 Km ini berpusat di 351 Km baratdaya Simeulue.

Simeulue kembali diguncang gempa 5,9 SR pada pukul 02.04 WIB. Gempa berpusat di 509 Km baratdaya Simeulue pada kedalaman 10 Km.

Tengah malam tadi Simeulue juga dua kali diguncang gempa. Masing-masing berkekuatan 5,2 SR pada pukul 23.58 WIB dan gempa berkekuatan 5,1 SR pada pukul 23.21 WIB.

Gempa bumi 8,5 SR yang mengguncang Aceh dikuti dengan dimunculkannya peringatan tsunami. Namun setelah lebih dari 2 jam dipantau, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika tidak memperpanjang peringatan tsunami.

"Peringatan tsunami tidak dicabut tapi diakhiri pukul 19.45 WIB," kata Kepala BMKG, Sri Woro dalam jumpa pers di kantor BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/4/2012).

Rabu, 11 April 2012

Berita Gempa Aceh Jadi Sorotan Dunia

INILAH.COM, Jakarta - Kabar gempa di Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Rabu (11/4) petang menjadi perhatian dunia. Sejumlah situs berita dunia menjadikan berita ini sebagai breaking news.

Situs berita dailymail.co.uk misalnya menjadikan pengumuman peringatan tsunami yang tertulis sebesar 8,7 skala richter di perairan lepas pantai Sumatera itu sebagai breaking news. Situs ini juga mengaitkan gempa besar ini dengan kunjungan Perdana Menteri Inggris David Cameron.

Cameron mengunjungi ibukota negara, Jakarta, yang berada 1.600 km sebelah selatan-timur provinsi tersebut. Seorang pejabat di Indonesia yang Meteorologi dan Geofisika mengatakan peringatan tsunami telah dikeluarkan.

Gempa ini mengingatkan peristiwa besar serupa di NAD yang disusul dengan tsunami parah pada 2004 silam. Saat itu NAD digoyang 9,1 skala Richter dan mengakibatkan korban tsunami 230.000 orang.

Situs berita aljazeera.com memuat judul berita Samudera Indonesia mendapat peringatan tsunami setelah gempa besar di NAD. Situ ini juga memberitakan warga Banda Aceh melompat ke mobil dan sepeda motor untuk mencari tempat yang lebih tinggi. Kepanikan melanda warga di sekitar pantai.

Aljazeera juga memberitakan, statemen dari AS Pasifik Tsunami Warning Center yang mengaku belum bisa memastikan gelombang raksasa akibat gempa tersebut. "Gempa bumi sebesar ini memiliki potensi untuk menghasilkan tsunami destruktif luas yang dapat mempengaruhi garis pantai di cekungan Samudra seluruh India," katanya.

Peringatan tsunami juga dikeluarkan di Samudra Hindia secara keseluruhan termasuk Australia, Pakistan, Somalia, Madagaskar, dan banyak negara lain, tulis kantor berita tersebut. Juga dikutip pernyataan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang mengatakan belum menerima laporan kerusakan dari gempa Aceh.

Situs reuters.com juga menjadikan berita gempa di sepanjang pantai Sumatera itu sebagai headline. Kantor berita ini mengungkapkan, warga sekitar kawasan itu keluar dari rumah mereka dan kantor dalam keadaan panik dan takut.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik mengatakan peringatan tsunami berlaku untuk seluruh Samudera Hindia dan masing-masing negara, termasuk Thailand, Indonesia, Sri Lanka dan India.

Sedangkan Huffington Post memberitakan kepanikan melanda warga Banda Aceh setelah munculnya peringatan tsunami. Situs ini mengutip keterangan Said, seorang pejabat Indonesia di Meteorologi dan Geofisika bahwa peringatan tsunami telah dikeluarkan untuk kota-kota di sepanjang pantai pulau Sumatera.

Huffington Post juga memberitakan, getaran gempa terasa sampai ke Singapura, Thailand, Bangladesh, Malaysia dan India. Gedung-gedung tinggi apartemen dan kantor-kantor di Malaysia mengguncang pantai barat paling sedikit satu menit. [mdr]

Gempa Tak Lagi Terasa, Warga Padang Kembali ke Rumah

Yonda Sisko - detikNews

Padang Gempa tak lagi terasa. Warga Kota Padang, Sumbar yang sebelumnya mengungsi ke tempat yang lebih tinggi kini mulai kembali ke rumah.

Pantauan detikcom, Rabu (11/4/2012), warga dengan kendaraan bermotor kembali turun ke Kota Padang. Mereka meninggalkan zona hijau, lokasi aman bila terjadi tsunami.

Warga berani turun kembali setelah peringatan tsunami dicabut BMKG. Meski menyisakan sedikit kekhawatiran, warga tetap pulang. Sekitar pukul 20.50 WIB, jalanan menuju Kota Padang dari kawasan Lubuk Minturun tampak ramai.

"Kami tetap berharap warga di zona hijau mau membuka pintu kalau ada apa-apa," jelas Efa (34) warga Lubuk Buaya.

Cuaca yang tadi sempat hujan kini pun sudah reda. Selain itu listrik pun tetap menyala tidak padam. Situasi kini sudah kembali normal.

Respons Gempa Aceh, PMI Turunkan Relawan Di 5 Provinsi

M. Iqbal - detikNews
Jakarta Gempa 8,5 Skala Richter (SR) yang terjadi pukul 15.38 WIB di Aceh, langsung direspons oleh Palang Merah Indonesia (PMI). PMI menurunkan relawan ke lima provinsi yang terkena dampak gempa.

"PMI mengantisipasi bencana gempa di Aceh dengan menyiapkan dan menggerakkan relawan di lima provinsi yang terkena dampak gempa. Provinsi tersebut yaitu, Sumatera Barat, Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu dan Lampung," ujar Arifin Muhammad Hadi, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI, di Markas Pusat PMI Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/4/2012).

Menurutnya, di Banda Aceh relawan PMI sudah turun ke jalan untuk menenangkan warga yang panik akibat gempa. Sebagian relawan juga memantau ketinggian air di daerah pesisir di Banda Aceh.

"Untuk membantu warga yang terkena dampak gempa, PMI tengah menyiapkan barang-barang bantuan yang siap didistribusikan dari Gudang Regional PMI di Sumatera Barat," ujar Arifin.

Sampai saat ini PMI masih terus memantau sejumlah daerah pesisir di lima provinsi yang disiagakan oleh PMI.

"Alhamdulillah belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan yang kami terima," ujarnya.

Laporan kondisi terakhir PMI di lapangan, baru diterima dari kota. Sedangkan laporan kondisi dari pedalaman, belum diterima oleh PMI.

Masyarakat Meulaboh Mulai Normal, Sebagian Masih Mengungsi di Masjid

Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta Aktivitas masyarakat di Meulaboh, Aceh Barat, mulai normal pasca tsunami 8,5 SR yang mengguncang Simeulue. Namun sejumlah masyarakat masih mengungsi di masjid dan tempat yang tinggi.

"Kondisi masyarakat di Meulaboh, Aceh Barat, berangsur normal namun tetap waspada. Petugas keamanan dan BPBD tetap siaga antisipasi kondisi," kata warga Aceh Barat, Afni Abdul Manan, kepada detikcom, Rabu (11/4/2012).

Sebagian masyarakat yang mengungsi masih terlihat shock. Meski sejumlah masyarakat mulai kembali ke rumah masing-masing.

"Sebagian dari mereka masih trauma, konsentrasi pengungsi di Masjid Agung Aceh Barat dan daerah lapang yang cukup tinggi,"katanya.

Sementara kondisi gelombang air laut terpantau naik. Sejumlah warga pun masih melihat-lihat di bibir pantai.

"Pantai setelah gempa pertama dan air naik tapi tidak banyak sekitar 1 meter, tidak ada kerusakan akibat gempa,"tandasnya

Nias Berangsur Kondusif, Warga di Pinggir Pantai Mulai Kembali ke Rumah

Gagah Wijoseno - detikNews

Jakarta Nias berangsur kondusif pasca gempa. Warga tak lagi panik, mereka pun mulai kembali ke rumah mereka. Namun ada sebagian yang bertahan di tempat yang tinggi.

"Masyarakat sudah tenang, hanya saat gempa terjadi saja panik. Mereka mengungsi ke tempat yang tinggi," jelas Pendeta Foluha Bidaya saat berbincang, Rabu (11/4/2012) pukul 19.50 WIB.

Ada beberapa tempat yang menjadi lokasi pengungsian warga yakni di Gereja BKPN dan Gereja Katolik Nari-nari. Setelah malam, dan gempa tak lagi dirasakan, warga mulai turun kembali ke Teluk Dalam, yang berada di pinggir pantai Nias.

"Tidak ada rumah rusak, tidak ada korban yang terluka," jelas Foluha yang sempat berkeliling dengan motor dan meminta warga tidak panik.

Listrik juga tidak mengalami gangguan. Warga tetap bisa menikmati aliran listrik. "Di sini aman-aman saja, listrik tetap normal," jelasnya.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik: Waspada Simeulue Hingga Kupang

Nograhany Widhi K - detikNews

Jakarta Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (Pacific Warning Tsunami Center/PWTC) mengingatkan bahwa daerah pantai-pantai selatan Jawa hingga Nusa Tenggara perlu waspada atas efek tsunami atas gempa di Aceh. Waspada setidaknya selama 2 jam dari waktu yang diperkirakan.

Menurut PWTC, berikut lokasi-lokasi di Indonesia yang diperkirakan terkena efek tsunami:

Lokasi Titik perkiraan Koordinat Waktu Datangnya

INDONESIA SIMEULUE 2.5 LU 96.0 BT 16.12 WIB 11 APR
BANDA ACEH 5.5 LU 95.1 BT 16.33 WIB 11 APR
SIBERUT 1.5 LS 98.7 BT 16.44 WIB 11 APR
PADANG 0.9 LS 100.1 BT 17.25 WIB 11 APR
BENGKULU 3.9 LS 102.0 BT 17.37 WIB 11 APR
CILACAP 7.8 LS 108.9 BT 18.50 WIB 11 APR
BANDAR LAMPUNG 5.7 LS 105.3 BT 19.00 WIB 11 APR
BALI 8.7 LS 115.3 BT 19.34 WIB 11 APR
BELAWAN 3.8 LS 98.8 BT 20.26 WIB 11 APR
KUPANG 10.0 LS 123.4 BT 20.33 WIB 11 APR
BALI 8.7 LS 115.3 BT 19.34 WIB 11 APR

"Berdasarkan data ancaman tersebut berlaku di pantai-pantai yang berhadapan dengan Samudera Hindia. Di area itu, ketika tak ada ombak besar tampak setidaknya 2 jam dari waktu perkiraaan, atau ombak yang menghancurkan tidak tampak, maka otoritas bisa mengaggap bahwa ancaman telah lewat," jelas PWTC pada Rabu (11/4/2012).

Tsunami di Aceh Tergolong Kecil, Hanya Sampai Bibir Pantai

M Iqbal - detikNews

Jakarta Tsunami kecil dengan ketinggian di bawah 1 meter tiba di pantai barat Aceh setelah gempa 8,5 SR terjadi. Warga tidak perlu khawatir, karena tsunami dengan ketinggian ini tidak akan jauh daya jangkaunya.

"Sebagai perbandingan waktu tsunami 2004 mencapai 3-5 meter. Sekarang dilaporkan hanya di bawah 1 meter. Hanya sampai di pinggir pantai," tutur Ketua PMI Pusat, Jusuf Kalla (JK), di Kantor PMI Pusat, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (11/4/2012).

Walaupun demikian, JK meminta warga tetap siaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Soal adanya kabar tsunami 6 meter, hal itu dibantah oleh Kadiv Penanggulangan Bencana PMI Arifin Muhammad.

"Tadi sempat simpang siur ada tsunami 6 meter. Ternyata hanya isu setelah kita cek ke lapangan. Dan Alhamdulillah tidak ada kerusakan bangunan ataupun korban jiwa," tutur Arifin.

Laporan soal kondisi mutakhir di lapangan baru PMI terima dari kota. Sedangkan laporan dari dalam pedalaman belum masuk ke PMI.

Gempa susulan terus terjadi

Jakarta (ANTARA News) - Gempa bumi susulan terus terjadi setelah gempa berkekuatan 8,9 skala Richter mengguncang Aceh dan terjadi di sejumlah provinsi lainnya di Pulau Sumatera. Dikabarkan guncangan gempa ini juga dirasakan di Singapura.

Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat beberapa gempa susulan terjadi setelah gempa kuat yang pertama dengan kekuatan yang terus menurun. Paling tidak terjadi enam kali gempa susulan dengan magnitudo minimal 6,5 skala Richter.

Gempa bumi berkekuatan 8,9 SR terjadi pukul 15.38.29 WIB yang berpusat di 2.3 derajad Lintang Utara, 92.6 derajad Bujur Timur dengan kedalaman 10 km di Simeulue, Aceh. BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami pascagempa tersebut.

Gempa susulan juga terjadi yaitu dengan kekuatan 8,5 SR kembali menggoyang Aceh pada pukul 15.38.33 WIB.

"Kemudian pukul 16.28 WIB gempa susulan berkekuatan 6,5 SR berlokasi di 1.21 derajad LU, 91.72 derajad BT berjarak sekitar 510 kilometer Barat Daya mengarah ke Kabupaten Simeulue Aceh dengan kedalaman 42 kilometer," kata analis BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru Slamet Riyadi di Pekanbaru.

Selanjutnya, gempa kembali dirasakan dengan kekuatan 6,1 SR pada pukul 16.48 WIB pada kedalaman 10 km di 630 km barat daya Simeulue, Aceh.

Pada pukul 17.09 WIB gempa berkekuatan 6,1 SR juga terjadi kemudian disusul dengan kekuatan 5,7 SR pada pukul 17.21 WIB.

BMKG kembali mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk Bengkulu, Lampung, Aceh, Sumbar dan Sumut setelah gempa bumi berkekuatan 8,8 SR kembali mengguncang pada pukul 17.43.06 WIB.

Pemutakhiran peringatan dini tsunami dikeluarkan untuk lima provinsi tersebut setelah gempa bumi susulan dengan kekuatan 8,1 SR kembali terjadi pada pukul 17.43.11 WIB.

Laporan dari Padang, Sumatra Barat, warga berhamburan keluar bangunan setelah gempa kuat tersebut menggoyang wilayah tersebut.

Waspadai gempa di selatan Jawa Tengah

Semarang (ANTARA News) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah meminta masyarakat dan pemerintah daerah yang ada di wilayah Jateng bagian selatan terus mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa bumi.

"Harus terus waspada karena Jateng bagian selatan merupakan jalur gempa," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Jateng, Evi Luthfiati, di Semarang, Rabu. Kawasan pesisir Cilacap, Jawa Tengah, pernah mengalami kerusakan cukup parah karena gempa bumi pada 2006.

Luthfiati mengatakan sikap waspada harus terus dijaga karena gempa tidak dapat diprediksi waktunya dan kekuatannya.

"Gempa tidak dapat diprediksi, berbeda dengan hujan. Gempa datangnya sekonyong-konyong, sehingga masyarakat harus terus waspada," katanya.

Ia menjelaskan di daerah bagian selatan Jawa Tengah --terutama dasar laut Hindia-- merupakan tempat pertemuan lempeng Asia dan lempeng Australia.

Masyarakat Jawa Tengah yang berada di bagian selatan di antaranya warga yang berada di daerah Cilacap, Yogyakarta, Kebumen, dan Purworejo bagian selatan.

Untuk gempa bumi yang terjadi di Aceh dengan kekuatan 8,9 skala Richter dengan kedalaman 10 kilometer, menurut dia, sangat berpotensi terjadinya tsunami.

"Syarat-syarat gempa yang dapat mengakibatkan tsunami di antaranya kekuatan gempa lebih dari 6,5 skala richter dan dengan kedalaman dangkal," katanya.

Begitu sudah memenuhi syarat tersebut, maka BMKG langsung memberikan peringatan dini agar dilakukan evakuasi.

Peringatan dini BMKG dapat disampaikan ke masyarakat setelah tiga menit pasca-kejadian gempa dan biasanya waktu terjadinya tsunami adalah 15 menit setelah gempa.

"Jika tiga menit pasca-gempa sudah ada peringatan dari BMKG, masyarakat masih dapat menyelamatkan dirinya," katanya.

Untuk di Kabupaten Cilacap, katanya, pemerintah daerah setempat sudah bagus dengan memberikan petunjuk arah jalur evakuasi, sehingga masyarakat dapat langsung menuju tempat yang aman. (*)

Sabtu, 07 April 2012

Ombak Tinggi Terjang Bantul, Nelayan & Turis Kabur

NILAH.COM, Bantul - Gelombang tinggi terus menghantam sepanjang Pantai Selatan wilayah Bantul, Sabtu (7/4/2012) siang.

Selain melumpuhkan aktivitas nelayan, gelombang tinggi juga membuat sebagian wisatawan takut mendekat ke bibir pantai.

“Memang masih besar ombaknya. Tapi tidak seganas hari-hari sebelumnya,” kata Rujito (50), salah satu nelayan di Pantai Samas, Srigading, Sanden kepada Harian Jogja.

Diberitakan sebelumnya, puluhan kios semi permanen yang jaraknya sekitar 30 meter dari bibir pantai Kuwaru, Poncosari, Srandakan rusak diterjang gelombang pasang sejak Rabu (4/4/2012) malam hingga Jumat (6/4/2012) pagi.

Gelombang pasang, Jumat (6/4/2012) pagi, juga menerjang sejumlah warung yang jaraknya sekitar 100 meter dari tepi Pantai Samas, Srigading, Sanden. “Jaring dan peralatan lain rusak dihajar gelombang. Untuk perahu, sementara masih aman,” imbuh Rujito.

Nelayan lain di Pantai Samas, Trijarwanto (25), menambahkan, meski ombak ganas sudah agak mereda, para nelayan masih memilih untuk tidak melaut. “Anginnya masih kencang. Meski ombak sudah tidak terlalu tinggi, namun susul-menyusul seolah tak berjeda,” keluhnya, Sabtu

Maluku Utara Dua Kali Digoyang Lindu

VIVAnews - Dua kali gempa mengguncang Halmahera, Maluku Utara, Rabu 18 Januari 2012. Pagi tadi gempa dengan kekuatan 5,4 skala Richter mengguncang pada pukul 10.19, dan malam ini terjadi lagi pada pukul 21.50 waktu setempat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, pagi tadi gempa terjadi di koordinat 0.93 Lintang Selatan, 126.91 bujur timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di 131 km barat daya Halmahera.

Sedangkan malam ini gempa terjadi dengan berkekuatan 5.7 skala Richter. Posisi gempa pada 0.91 Lintang Selatan, 126.77 Bujur Timur dengan kedalaman 69 Km.

Pusat gempa menurut BMKG berada di, 144 km barat daya Halmahera Selatan. Kedua gempa itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami. (eh)

Tiga Gempa 5,5 SR Goyang Indonesia

VIVAnews - Hari ini, Senin 5 Maret 2012, gempa dengan magnitude 5,5 skala Richter terjadi tiga kali. Gempa mengguncang tenggara Seluma Bengkulu, tenggara Kabupaten Aceh Tengah, dan tenggara Pulau Morotai Maluku Utara.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana melansir, pada pagi hari, pukul 06.17, gempa bermagnitudo 5,5 menggoyang tenggara Seluma, Bengkulu. Gempa berlokasi 4,43 lintang selatan,102,57 bujur timur di kedalaman 15 kilometer.

Gempa kedua 5,5 SR terjadi pada siang pukul 13.55 WIB. Pusat gempa 4,19 LU-97,10 BT (31 km tenggara kabupaten Aceh Tengah) di kedalaman 10 km. Sedangkan gempa ketiga terjadi pada pukul 15.12 WIB, berpusat di 1,93 LU-128,59 BT (49 km tenggara Pulau Morotai-Malut) pada kedalaman 10 km.

Posko BNPB telah mengkonfirmasi kepada BPBD dan instansi di daerah terkait dampak yang ditimbulkannya. Secara umum gempa dirasakan lemah oleh masyarakat setempat. Di Bengkulu intensitas gempa dirasakan III MMI (lemah) di Kepahiyang. Di Aceh, gempa dirasakan II-III MMI di Banda Aceh, Meulaboh dan Lhokseumawe. Sedangkan Kabupaten Morotai Maluku Utara masyarakat merasakan guncangan lemah II-III MMI. Seluruhnya gempa tidak berpotensi tsunami. Aktivitas masyarakat berjalan normal.

"Terkait dengan gempa tersebut, masyarakat diimbau untuk terus menerus kewaspadaannya," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. "Gempabumi bersifat tiba-tiba dan tidak memberikan tanda-tanda akan terjadinya gempabumi. Tatanan geologi wilayah Indonesia yang kompleks menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki bahaya gempa sangat tinggi. Untuk itu kesiapasiagaan adalah keniscayaan. Bencana terjadi saat kita tidak siap."

Gempa Goncang Padang Kala Maghrib

VIVAnews - Gempa berkekuatan sedang guncang Kota Padang, Selasa, 6 Maret 2012. Hentakan gempa yang terasa beberapa detik ini membuat sejumlah orang berlari ke luar rumah.

Menurut data yang dilansir Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di situsnya, gempa tersebut berkekuatan 5,3 skala richter. Pusat gempa berada di 41 kilometer arah Barat Laut, Kota Padang.

Tepatnya, pusat gempa berada di titik 0.83 LS-100.11 BT atau 24 kilometer Barat Daya Pariaman, Sumatera Barat. Gempa yang terjadi pukul 18.36 WIB ini tidak berpotensi tsunami.

Dai koordinat pusat gempa yang dilansir BMKG, episentrum gempa hari ini tergolong dekat dengan pusat gempa 7,9 SR yang mengguncang Sumbar akhir September 2009 lalu. Sejauh ini, belum ada data kerusakan yang dikabarkan pemerintah daerah terkait gempa barusan.

Manajer Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana Sumbar Ade Edward dalam pesan singkatnya mengatakan gempa yang terjadi bersifat tidak merusak. "Aman, tidak potensi tsunami, tidak merusak," ujar Ade dalam pesan pendeknya.

Meskipun tidak merusak, sejumlah warga mengaku kaget dan berusaha lari ke luar rumah. "Gempanya cukup mengagetkan, barang-barang bergoyang juga karena hentakan gempa," ujar Yanti (20 tahun) mahasiswi yang indekos di Jalan Teknologi, Siteba, Padang.

BNPB Antisipasi Gempa 8,9 SR Sumatera Barat

VIVAnews -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengantisipasi potensi terjadinya gempa dengan kekuatan besar di Sumatera Barat.

"Megathrust Mentawai ini hasil riset dari para ilmuwan geologi. Yang terus dipantau karena bisa datang setiap saat," kata Kepala BNPB, Syamsul Maarif, pada VIVAnews.com.

Dia menambahkan, berdasarkan hasil riset geologi, gempa bumi berpotensi sunami ini diperkirakan mempunyai kekuatan hingga 8,9 SR. Efeknya diduga mengguncang Kota Padang dalam waktu 10 menit.

Jika benar ini terjadi, gempa dan tsunami mengancam populasi penduduk di kawasan ini yang mencapai 1,6 juta lebih. Syamsul Maarif mengatakan, masyarakat Sumatra Barat terutama Padang harus waspada.

Gempa berpotensi terjadi karena masih adanya energi dari lempeng Indo-Australia yang belum terlepas di kawasan ini. Energi terdahulu telah terlepas di kawasan Aceh hingga Lampung. Energi besar yang belum terlepas bisa menjadi bom waktu bagi Sumatera Barat.

BNPB terus mengingatkan pemerintah daerah akan potensi ini. "Pemda harus segera memberikan penyuluhan dan pelatihan warganya, termasuk anggaran," kata dia.

Sebelumnya, potensi gempa Sumbar juga diungkapkan Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB). Sebagai salah satu bencana yang harus diwaspadai tahun 2012.

Gempa-tsunami Mentawai (Siberut) 8,9 skala Richter dinilai dapat mengancam satu juta lebih penduduk di Padang, Pariaman, Painan, dan wilayah lain di Sumatera Barat serta Bengkulu, khususnya di sepanjang pesisir barat.

Terlengkap di Asia

Tak terhitung banyaknya negeri ini dilanda bencana. Yang paling fenomenal adalah gempa dan tsunami Aceh di tahun 2004, yang menewaskan ratusan ribu jiwa.

Terkait itu, Syamsul Maarif mengatakan, Indonesia akan memiliki pusat latihan penanggulangan bencana terlengkap se-Asia Pasifik pada 2013 mendatang.

"Pusat pelatihan ini akan di bangun di kawasan Sentul, Bogor. BNPB telah mendapatkan bantuan hibah dari presiden berupa tanah seluas empat hektar di kawasan ini," ungkapnya.

BNPB saat tengah mengkaji model dari sarana pelatihan penggulangan bencana bersekala internasional. Riset mengacu pada modul pelatihan tiga negara yaitu Turki, Kanada dan Australia. Ketiga negara ini dianggap mempunyai modul yang sangat mumpuni untuk pelatihan penanganan bencana.

Sedangkan untuk pembiayaan didapat dari bantuan berbagai negara. "Salah satunya, kami telah menandatangani MOU dengan Australia," pungkasnya.

Papua Nugini Diguncang Gempa 6,2 SR

VIVAnews - Gempa bumi berkekuatan 6,2 skala Richter menggoyang wilayah Irlandia Baru, Papua Nugini, pada Sabtu dini hari, 7 April 2012, sekitar pukul 02.15 waktu setempat.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat atau US Geological Survey (USGS) mencatat, gempa ini berpusat pada 150 kilometer sebelah Tenggara dari Rabaul, Irlandia Baru dan sekitar 884 kilometer dari Ibukota Papua Nugini, Port Moresby. Dengan pusat gempa berada di kedalaman 85 kilometer.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun dampak kerusakan akibat gempa ini.

Wilayah Papua Nugini tergolong sering dilanda gempa bumi. Negara yang letaknya bersebelahan dengan Papua, Indonesia ini memang terletak pada wilayah 'cincin api Pasifik' yang menjadi pusat wilayah seismik akibat gesekan antar lempengan tektonik.

Pada Desember 2011, Papua Nugini juga sempat diguncang gempa berkekuatan 7,3 skala Richter pada pukul 16.04 waktu setempat, atau pukul 13.04 WIB. Namun, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. (art)

Selasa, 31 Januari 2012

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 31 Januari-2 Februari

Nurul Hidayati - detikNews

Jakarta - Dampak siklon Tropis IGGY di Samudera Hindia di sebelah Selatan Jawa masih membayang pekan ini. Selain itu, terdapat juga pumpunan angin memanjang dari pesisir barat Lampung hingga Laut Arafuru. Kondisi ini memicu hujan deras disertai angin kencang/petir di Indonesia.

Terkait hal itu, BMKG melansir peringatan dini tentang cuaca ekstrem yang berlaku 31 Januari hingga 2 Februari 2012. Disebutkannya, konsentrasi awan hujan terjadi di Sumatera bagian Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Tengah dan Selatan, Maluku, Papua Barat serta Papua bagian Tengah.

Kawasan yang berpengaruh cuaca ekstrem tersebut adalah:

Rabu, 11 Januari 2012

Aceh Gempa 7,1 SR, Belum Ada Laporan Korban

VIVAnews - Aceh kembali diguncang gempa. Kali ini dengan kekuatan 7,1 skala Richter. Gempa terjadi pada pukul 01.36 WIB, Rabu 11 Januari 2012.

Pusat gempa pada 2.32 LU - 92.82 BT atau 419 kilometer Barat Daya Meulaboh. Gempa ini berpusat pada kedalaman 10 km. Gempa ini juga disusul dengan gempa susulan hingga pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan tsunami. Namun, berselang beberapa saat kemudian peringatan itu dicabut.

Gempa dirasakan cukup keras oleh warga di Kota Banda Aceh dan sekitarnya. Selain gempa, warga pesisir Aceh juga merasakan adanya angin kencang.

Belum ada laporan adanya kerusakan dan korban jiwa akibat gempa ini. "Berdasarkan pantauan kami sampai jam 4 pagi di Kota Banda Aceh dan sekitarnya, akibat gempa tadi belum ditemukan ada korban jiwa dan infrastruktur," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Selain itu, SAR Aceh belum melaporkan adanya korban jiwa. "Posko Pusdalops BNPB masih terus memantau kondisi di lapangan terdampak," ujar Sutopo.

Kepanikan
Saat terjadinya gempa, terlihat kepanikan warga Aceh. Terutama, warga yang berada di bibir pantai. Mereka keluar menjauh dari rumah menuju tempat yang lebih aman.

Pantauan VIVAnews.com di Banda Aceh, sebagian warga di kawasan pesisir -seperti kawasan Ulee Lheu- memilih meninggalkan rumahnya untuk sementara. Warga mencari tempat yang lebih tinggi.

Di pusat kota Banda Aceh konsentrasi warga terlihat di Jembatan Pantai Pirak dan Jembatan Simpang Surabaya. Mereka memantau pergerakan arus sungai Krueng Aceh yang bisa memberi tanda jika terjadi tsunami.

Pergerakan warga tidak terlihat secara masif. Hanya sebagian kecil warga yang memilih pergi dari rumahnya. Situasi kembali tenang setelah peringatan tsunami dicabut oleh BMKG. (Laporan: Rija Nasser l Aceh, art)

Prospek cuaca tiga hari sampai dengan Kamis (12/1)

Jakarta (Antara News) - Prospek cuaca tiga harian (10/1) sampai (12/1), yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebutkan tumbuhnya awan-awan hujan berpotensi menimbulkan hujan lebat di sebagian besar wilayah Indonesia.

Demikian pantauan Antara News terhadap laporan BMKG, di Jakarta, Rabu.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat meliputi: Sumatera Utara bagian Utara dan Timur, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah bagian Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Barat bagian Barat dan Utara, Kalimantan Timur bagian Timur.

Sementara wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang meliputi : Bali, NTB bagian Barat dan Selatan, NTT, Sulawesi Tengah bagian Timur, Sulawesi Tenggara bagian Utara, Maluku Utara, Maluku bagian Tengah, Papua Barat bagian Utara, dan Papua bagian Utara dan Barat.

Kondisi cuaca tersebut juga mempengaruhi kondisi gelombang di perairan Indonesia. Daerah perairan yang berpotensi memiliki tinggi gelombang antara 2 sampai 3 meter adalah perairan Bengkulu, perairan Selatan Pulau Sumba, Laut Sawu, perairan Pulau Rote, perairan Pontianak, Selat Karimata bagian Selatan, Laut Jawa bagian Barat dan Tengah, perairan Selatan Kalimantan, Selat Makassar bagian Selatan, Laut Flores, Laut Sulawesi, perairan Utara Gorontalo hingga Sulawesi Utara, Laut Maluku bagian Utara, Laut Halmahera, perairan Utara Papua Barat, perairan utara Papua.

BMKG: gempa 5,0 SR di Simeulue

Bandarlampung (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan telah terjadi gempa bumi berkekuatan 5,0 skala Richter (SR) dengan pusat 325 kilometer barat daya Kabupaten Simeulue, Aceh, pukul 04.00 WIB, Rabu.

Gempa yang berlokasi di 2,39 Lintang Utara dan 93,18 Bujur Timur dengan kedalaman 59 kilometer itu tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa juga berada pada 383 kilometer barat daya Kabupaten Acehjaya, 400 kilometer barat daya Kabupaten Aceh Barat, 420 kilometer barat daya Banda Aceh, dan 1.785 kilometer barat laut Jakarta.

Rabu, 04 Januari 2012

Pemerintah siap evakuasi warga sekitar Gunung Lewotolo

Kupang (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengevakuasi warga yang bermukim di sekitar Gunung Lewotolo jika aktivitas gunung itu terus meningkat dan akan meletus.

"Kita sudah mengambil langkah-langkah dengan membuka akses untuk memudahkan evakuasi warga dan menyiapkan lokasi untuk warga yang akan dievakuasi," kata Wakil Bupati Lembata, Viktor Mado Wutun, di Kupang, Rabu.

Ia mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan sebelum kembali ke Lembata terkait, antisipasi pemerintah menyusul meningkatkannya aktivitas Gunung Lewotolo dan telah ditetapkan menjadi status siaga.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono mengatakan, Gunung Ile Lewotolo di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dinaikkan statusnya dari Waspada ke Siaga sejak Selasa (2/1/2012), pukul 23.30 WITA.

Pengungsian belum direkomendasikan, tetapi masyarakat tidak boleh mendekat radius dua kilometer dari puncak.

Mado Wutun mengatakan, warga yang bermukim di sekitar Lewotolok adalah Desa Lamariang, Lewohala, Pukabumi, dan Desa sudah disampaikan agar siaga untuk diungsikan, jika sewaktu-waktu terjadi erupsi.

"Pemerintah sudah siap. Kapan saja, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi merekomendasikan untuk evakuasi warga, kita lakukan," katanya.

Gunung Lewotolo setinggi 1.455 yang terletak di Kecamatan Ile Ape Timur itu terakhir meletus pada tahun 1920.

Selasa, 03 Januari 2012

15 Menit Puting Beliung dan Banjir Serang Jember

INILAH.COM, Jawa Timur - Banjir dan angin puting beliung menghantam Jember, Senin (2/1/2012) sore. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Selama 15 menit puting beliung tersebut serang Jember.

Banjir terjadi di Dusun Kebunan, Desa Gumukmas, Kecamatan Gumukmas, sekitar pukul 14.00. Hujan yang deras membuat air di sungai dusun tersebut meluap sehingga menenggelamkan hingga 20 rumah.

"Sebanyak 20 rumah tergenang banjir," kata Komandan Markas Palang Merah Indonesia Jember, Sukaryo.

Sementara itu, di Dusun Krajan Lor, Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, ratusan rumah dihantam angin puting beliung. Sedikitnya enam rumah rusak berat, dan dua rumah roboh.

Angin puting beliung ini menyebabkan gudang material dan atap perpustakaan serta salah satu ruang di SD Negeri Rambigundam 1 rontok. Padahal, menurut Bambang Widyo Sunarko, salah satu tokoh masyarakat, angin puting beliung hanya berlangsung sekitar 15 menit.

"Kami sudah mengerahkan anggota untuk membantu warga membersihkan puing-puing dan bambu-bambu, terutama yang masuk ke aliran sungai Dinoyo. Kami khawatir, kalau tidak dibersihkan, bisa berbahaya karena menyumbat aliran sungai," kata Sukaryo.

Rencananya, bersih-bersih akan dilanjutkan Selasa besok. PMI Jember sudah mengirimkan sejumlah bantuan logistik kepada warga di dua lokasi yang terkena bencana tersebut. [beritajatim/mar]

Pemkab Nganjuk minta warga waspadai banjir susulan

Nganjuk (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, meminta warga mewaspadai banjir susulan yang kemungkinan terjadi di Kecamatan Berbek.

"Hari ini cuaca agak mendung di sekitar lereng Gunung Wilis. Kami imbau, masyarakat mewaspadai banjir susulan yang bisa saja terjadi saat hujan turun," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Nganjuk Abdul Wahid di Nganjuk, Senin.

Banjir bandang melanda tiga kecamatan di Nganjuk, yaitu Kecamatan Berbek, Sukomoro, dan Pace, pada Minggu (1/1) malam. Terdapat tiga titik lokasi kerusakan akibat banjir tersebut di antaranya di Desa Cepoko yang masuk Kecamatan Berbek, Desa Sumengko yang masuk Kecamatan Sukomoro, serta di Dusun/Desa Gemenggeng, Kecamatan Pace.

Di Dusun Tahunan, Desa Cepoko, banjir melanda perumahan warga. Sekitar 20 rumah warga terendam air dengan ketinggian hampir 1 meter. Air datang dengan sangat cepat bercampur lumpur dan langsung menggenangi rumah warga.

Di daerah itu, terdapat lima rumah warga yang rusak, yaitu milik Slamet, Musiran, Mukarom, Bahrun, serta Ghozali. Tingkat kerusakan rumah warga beragam, mulai berat seperti rumah rumah milik Musiran karena rumahnya ambruk disampu banjir. Sementara, rumah lainnya roboh di beberapa bagian seperti hanya tembok, maupun dapur.

Sementara itu, di Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro, banjir menggenangi areal persawahan. Lebih dari 15 hektare lahan pertanian yang baru ditanami padi milik petani tergenang air. Diperkirakan, para petani akan mengalami gagal panen, karena umur padi masih baru satu pekan.

Di Dusun/Desa Gemenggeng, Kecamatan Pace, banjir juga menggenangi perumahan warga. Terdapat lebih dari 50 rumah warga yang terendam banjir yang tingginya sekitar 1 meter. Namun, saat ini banjir juga sudah mulai surut, dan hanya tinggal matai kaki orang dewasa. Banjir di daerah ini disebabkan karena tangkis yang jebol.

Abdul menyebut, pemerintah sudah berupaya menangani banjir yang melanda karena hujan turun sangat deras di lereng Gunung Wilis tersebut. Bupati Nganjuk, Taufikurrahman bahkan sudah melakukan peninjauan ke lokasi banjir, dan memberikan bantuan.

"Bupati datang langsung memberikan bantuan bahan pokok dan sejumlah uang untuk membantu mereka. Setidaknya, itu bisa meringankan beban warga, terutama yang rumahnya rusak," katanya.

Ia menyebut, Bupati menyerahkan sebanyak 60 bungkus bahan pokok kepada warga korban banjir. Selain itu, Bupati juga menyerahkan uang dengan nilai Rp500 ribu kepada warga yang rumahnya rusak akibat terjangan banjir.

Untuk areal pertanian warga, Abdul mengaku sampai saat ini masih berupaya untuk melakukan perbaikan jalur sungai. Di daerah itu, terdapat saluran yang tertutup oleh sampah, hingga air tidak bisa lancar.

"Di sekitar areal persawahan ada sebuah jembatan, harusnya ada enam lubang yan berfungsi. Siang tadi, masih dua. Saat ini, kami upayakan semua lubang saluran air bisa berfungsi, jadi air bisa mengalir," ucapnya.

Sedangkan, untuk tangkis di Dusun/Desa Gemenggeng, Kecamatan Pare, juga disebabkan karena tangkis tidak kuat menahan derasnya air. Tangkis itu jebol sepanjang 10 meter.

"Saat ini, kami berupaya menutup tangkis dengan bronjong yang kami isi dengan batu. Kami memang belum bisa membangun secara permanen, dan baru kami bangun darurat saja," ucap Abdul.

Sementara itu, sejumla warga mengaku masih trauma pascabanjir yang datang hingga merusakkan rumah mereka. Salah satunya adalah Khoiriyah, istri dari Musiran.

"Saat itu kami sangat panik dan berteriak sambil menangis sejadi-jadinya melihat dapur dan rumah terendam air banjir," katanya sambil mengenang peristiwa tersebut.

Ia juga mengaku kaget saat tidak melihat suaminya yang saat itu ada di dalam dapur. Namun, ia mengaku lega setelah melihat suaminya ternyata sudah menjauh dari dalam dapur.

Ia juga mengaku bingung. Banjir selain menghancurkan rumahnya, simpanan bahan pokok, termasuk beras yang jumlahnya 1 kuintal juga tidak dapat diselamatkan.

Slamet, korban banjir lainnya yang juga tetangga Musiran mengaku langsung mengevakuasi ternak sapinya. Sedikit saja terlambat, ia sudah kehilangan sapinya, karena kandang ternaknya tenyata runtuh.

"Alhamdulillah, anggota keluarga kami semuanya selamat tidak ada yang terluka akibat musibah banjir ini. Kejadian ini memang rutin, tapi tahun ini banjir cukup besar," katanya menegaskan.

Ratusan warga Sukoharjo mengungsi karena banjir

Sukoharjo (ANTARA News) - Ratusan warga di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mengungsi akibat banjir, dan diantara mengungsi di kantor kecamatan.

Banjir telah melanda sejumlah desa di Kecamatan Grogol sejak Minggu malam (1/1). Banjir disebabkan meluapnya Sungai Bengawan Solo setelah hujan deras sehari sebelumnya.

Camat Grogol Agustinus Sulistyono mengatakan, para pengungsi di kantor kecamatan itu merupakan sebagian kecil dari warga yang juga mengungsi akibat banjir.

"Di Kecamatan Grogol terdapat sejumlah titik pengungsian, seperti di Desa Madegondo, Kadokan, Parangjoro, serta sebagian di Telukan," katanya.

Menurut dia, jumlah warga yang mengungsi akibat banjir di kecamatan ini sempat mencapai dua ribu orang. Para warga ini mulai diungsikan sejak Senin dini hari, setelah air mulai naik.

Ia menjamin kebutuhan logistik untuk para pengungsi yang tersebar di sejumlah titik tersebut. "Mi instan, beras, serta kebutuhan pangan lainnya sudah didistribusikan," katanya.

Sementara itu, lanjut dia, berdasarkan pantauan di sejumlah titik di Kecamatan Grogol, banjir yang menggenang sudah mulai surut.

Namun, kata dia, terdapat kawasan yang dilalui anak sungai Bengawan Solo yang surutnya air cukup lama. Selain Grogol, kecamatan lain yang wilayahnya terendam banjir diantaranya Kecamatan Mojolaban dan Polokarto.

Banjir Bengawan Solo ancam hilir Jawa Timur

Bojonegoro, Jawa Timur (ANTARA News) - Banjir luapan Bengawan Solo mulai mengancam daerah hilir Jawa Timur, mulai Bojonegoro, Tuban, Lamongan, hingga Gresik. Banjir dari sungai terpanjang di Jawa itu terjadi di hulu Jawa Tengah, dengan ketinggian maksimal 10,24 meter terjadi di Jurug Solo, pukul 04.00 WIB Senin.

"Banjir luapan Bengawan Solo di Siolo, Jateng, akibat hujan di daerah setempat bukan dari buangan air dari Waduk Gajah Mungkur, " kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Agus Bachtiar, Selasa.

Ia memperhitungkan, perjalanan air banjir yang terjadi di Solo, Jateng, akan merambah kawasan Bojonegoro dalam waktu 40 jam.

Berdasarkan perhitungan itu, air Bengawan Solo di Bojonegoro, mengalami peningkatan secara signifikan, Selasa (3/1) malam. Sejak pukul 04.00 WIB Senin itu, kemungkinan Bojonegoro akan meningkat ketinggian airnya pada pukul 00.00 WIB Rabu (4/1).

Menurut dia, antisipasi luapan banjir Bengawan Solo di daerah hilir, Jatim, pintu sudetan Sedayu Lawas di Lamongan, yang mampu mengalirkan air Bengawan Solo, sudah dibuka.

Dengan demikian, air Bengawan Solo, selain dialirkan melalui saluran utama, di Sembayat, Gresik, juga dibuang ke Laut Jawa, melalui sudetan sepanjang 13,4 kilometer itu.

"Dengan kondisi Bengawan Solo di hilir sekarang ini, airnya masih kosong, kemungkinan bertambahnya debit air banjir yang terjadi terkendali, sepanjang tidak terjadi hujan, " katanya, menjelaskan.

Ia mengambarkan, banjir besar pada akhir 2008 dan awal 2008, ketinggian air di Jurug, Solo, mencapai 11 meter lebih dan dalam waktu bersamaan ketinggian air di Ndungus, Ngawi, juga mencapai 11 meter lebih. Akibatnya, terjadi banjir di sepanjang daerah aliran sungai terpanjang di Jawa itu, baik di daerah hulu Jateng, juga hilir Jatim.

Sementara ini, dari laporan yang diterima ketinggian air di Jurug, Solo, berangsur-angsur turun, mencapai 7,18 meter (siaga II), Senin pukul 22.00 WIB. Dalam waktu bersamaan, ketinggian air di Ndungus, Ngawi, mencapai kisaran tujuh meter, juga sudah masuk siaga banjir.

Namun, juga dalam waktu yang bersamaan ketinggian air di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer dari hulu kota Bojonegoro, masih dibawah siaga banjir, dengan ketinggian 27,26 meter. Sedangkan ketinggian air pada papan duga di Bojonegoro, tertinggi 11, 11 meter pukul 22.00 WIB, masih dibawah siaga.

"Ketinggian air di Bojonegoro, Tuban, Lamongan hingga Gresik, sekarang ini masih dibawa siaga banjir, " ucapnya.

Meskipun demikian, jajaran instansi terkait yang menangani masalah banjir di daerah hilir, tetap diminta waspada, menghadapi ancaman banjir, setelah melihat kondisi banjir yang terjadi di Solo, Jateng. Alasannya, kalau dalam waktu bersamaan, di daerah hulur dan hilir terjadi hujan, bisa menimbulkan banjir besar.

"Yang jelas melihat perkembangan air banjir di daerah hulu Jateng, kita semua tetap harus waspada, " katanya, menegaskan. (ANT)